Diduga Kuat Kinerja Kapus Beteleme Sangat Bobrok Menahkodai Anggotanya di Puskemas Beteleme

BERITA281 Dilihat

Morut-Diduga kuat,Kinerja Kapus Puskesmas Beteleme,Paling terbobrok dalam Menahkodai Puskemas Beteleme.Keluarga balita 8 bulan yang meninggal dunia di Kabupaten Morowali Utara (Morut) Menyayangkan dengan pelayanan terhadap Masyarakat yang masuk berobat di Puskemas Beteleme,atas dugaan pelayanan terbobrok.

“Yang kami sayangkan kenapa Anak saya masuk Puskemas,tidak ditangani dengan serius,Kalau Berbicara Meninggal,itu yang mahakuasa yang mengetahui,kita sebagai Manusia tidak bisa mengetahui,kami tidak mempermasalahkan kematian,nyawa itu yang Allah yang kuasa,akan tetapi Kami sangat Menyayangkan dengan kinerja Para Dokter dan perawat disitu.ucapnya ibu korban.

Lanjutnya,Ia sangat kecewa sekali dengan Pelayanan di Puskesmas Beteleme,yang sangat kami sayangkan,kami sudah lama masuk melalui antrian, akan tetapi begitu sudah giliran kami yang masuk,Ada anak anak dibelakang kami masuk,anak itu langsung ditangani bukan anak saya,sehingga Suami saya minta Surat Rujukan Ke Rumah sakit Kolonedale,akan tetapi tidak ijinkan,Menurut Perawat,tunggu Dokter dulu jangan ambil tindakan sendiri,suami saya 3 kali minta surat Rujukan akan tetapi tidak juga diberikan,namun kami agak merasa aneh,kami disuru oleh perawat agar berobat jalan,anak saya masuk dari tanggal 24 Desember sampai meninggal,tidak pernah diberi Infus sama sekali.tutur Ibu Korban.

“Cucu saya sudah lama di masuk diPuskemas kenapa tidak di rawat,hanya anak orang lain yang baru masuk itu langsung dirawat,Kami tidak memilih kasih,atau kami yang harus diutamakan dalam pelayanan pada saat itu,akan tetapi kami itu ikut antrian,harusnya kalau kami tidak ada tempat Tidur pada saat itu,kenapa tidak dirujuk ke Rumah sakit Kodal,ada apa dengan Pelayanan di Puskemas Beteleme?ataukah Memang SOP di Puskemas Beteleme seperti itu? Ini yang harus di perbaiki untuk kedepannya,agar tidak ada lagi korban berikutnya dengan kebobrokan kinerja Dokter dan perawat di Puskemas Beteleme,pinta Nenek Korban,

Hal itu disampaikan keluarga balita 8 bulan,saat di temui Media ini di Kediamannya didesa Ronta,kecamatan Lemboraya,Sabtu 30/12/2023,pihak keluarga juga menginginkan agar pihak Puskesmas Beteleme memperbaiki pelayanan pasca meninggalnya anak pertama dari anak kami.

Pasalnya, sejak kasus meninggalnya balita 8 bulan ini mencuat ke media sosial, banyak warga yang diduga menjadi korban pelayanan buruk Puskesmas Beteleme ikut angkat bicara.salah satunya warga Desa Korowou,Ia Mengatakan dengan tegas bahwa ponakan saya juga perna mengalami kejadian seperti itu,ucap Anto

“Dari kasus sedang Viral saat ini, orang yang bertahun-tahun diam dan takut, akhirnya mereka muncul semua, ada yang komentar,sudah ini saatnya kita Bicara,ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, bocah delapan bulan itu pada 24 Desember 2023, pukul 11.00 Wita dibawa ke Klinik Rapha Medika Beteleme karena suatu penyakit.Karena ruangan penuh, bayi itupun dilarikan ke Puskesmas Beteleme.Sesampainya di Puskesmas Beteleme, orangtua hanya diberikan reseb obat untuk dibeli di Klinik Rapha Medika Beteleme.ucap Ayah Korban

β€œRuangan di Puskesmas Beteleme juga penuh sehingga kami diminta rawat jalan. Sebenarnya kondisi pasien tidak memungkinkan untuk rawat jalan tapi karena kami diberitahukan bahwa ruangan penuh jadi kami ikuti,” kata Ibu Korban

Belum sempat bergeser masih di pelataran halaman Puskesmas Beteleme, sang bayi muntah namun tenaga medis di pusat layanan kesehatan itu tetap meminta orang tua bayi untuk pulang ke rumah,namun Satu malam kami tidak tidur karena kondisi anak tidak ada perubahan sama sekali. Kami pun kembali ke Puskesmas Beteleme, 25 Desember, pukul 10.00 Wita,” jelasnya.

Di Puskesmas Beteleme, orangtua bayi hanya diminta menunggu di UGD hingga pukul 12.00 Wita.Selama itu kami tidak pernah dihiraukan dan tidak pernah ditangani dokter atau perawat. Yang bikin kami kecewa, ada pasien baru masuk UGD malah diutamakan, padahal kami lebih dulu masuk UGD,” ujarnya.

Lantaran panik melihat kondisi balita itu, sang ayah kemudian menghubungi kembali pihak Perawat dipuskemas untuk meminta lagi surat rujukan,agar anaknya bisa ditangani oleh Dokter.namun lagi lagi tidak diijinkan,selang berapa lama Dokter sudah ada,sebelum di buatkan surat rujukan,anak saya sudah tidak tertolong lagi.keluh sang ayah. cukup lama kami menunggu,akhirnya dapat pertolongan walaupun nyawa anak saya sudah tidak tertolong lagi,” tuturnya.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *