Helen: “Saya Memulai Semuanya dari Nol, Hanya Modal Kepercayaan”

BERITA569 Dilihat

KISAH INSPIRASI- Momentum Perayaan Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Hal ini tidak jauh berbeda dengan Hari Raya Lebaran umat Islam, ataupun Hari Raya Natal, saat perayaan Imlek, Mereka orang Tionghoa di mana saja berada akan berusaha untuk berkumpul bersama ibu, ayah, dan saudara-saudara tercinta.

Di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali Utara (Morut) ada dua wakil rakyat yang memang berdarah China, yaitu Helen, SE yang adalah wakil Ketua DPC partai GERINDRA Kabupaten Morut, dan satunya lagi yaitu Ketua DPC PDIP Kabupaten Morut Lelly Narce Maliso, SE.

Pada momentum Perayaan Imlek kali ini, Redaksi menghubungi anggota DPRD Morut, Helen,SE hampir 1 jam membagi kisah perjalanan kehidupannya hingga sampai di titik saat ini.

“Orang tua dua-dua China, kalau papanya papa itu dari China langsung dorang berdagang, entah bagaimana terdampar lah di Bungku Utara. Dulu kan belum ada Baturube, yang ada desa Tokala Atas. Mama saya China tetapi dari NTT khususnya Atambua. Asalnya dari sana tetapi lama di Kendari, jadi keluarga besar di Kendari, ” ujar Helen mengawali percakapan kami soal keluarga besarnya

“Saya menghabiskan sekolah sampai SMA di Kendari dan melanjutkan kuliah di Malang. Sempat tinggal dan buka usaha di Bali, pasca menikah saya kembali ke Bungku Utara tahun 2008 untuk menetap tinggal menjaga orang tua saya, saya adalah anak pertama dari 4 bersaudara, dan saya yang memilih kembali kesini, papa pernah jadi kepala desa suku Wana, ” ujarnya

Besar Dengan Prinsip Hidup Berdagang

“Berdagang itu sudah mendarah daging, karena dari sekolah saya sudah berdagang kecil-kecilan. Tidak ada orang China yang tidak tau berdagang, saya sejak sekolah sudah berdagang. Karena saya rasa puas kalau saya bisa menghasilkan sendiri. Kalau saat ini saya juga tetap menyalurkan hobi, misalkan hari ini tanggal merah saya bikin kue, ” ujarnya dengan ungkapan senang

“Saya punya prinsip yang sudah kental dengan kehidupan saya, yang pertama saya tidak berani untuk berjanji, karena satu hal saya tidak mau dibilang pembohong. Karena bagi saya kita hidup ini dipercaya cuma karena bicara. Kalau saya dibohongi orang, saya tidak akan percaya lagi untuk yang berikutnya, karena saya juga tidak mau untuk kehilangan kepercayaan. Itu prinsip utama ku,
Prinsip orang China itu begini, siapapun dia tanpa ada ikatan tali persaudaraan apapun kalau orangnya baik ke kita, kita jauh lebih baik. Kalau kita percaya orang, kita percaya lebih dari saudara kita. Tapi satu kali kita dikhianati tidak akan ada kepercayaan kedua kali. Susah untuk membangun kepercayaan berikutnya. Bagi saya menjaga kepercayaan jauh lebih penting dari pada uang. Saya berdagang dulu dari nol, saya tidak minta modal dari orang tua, saya berdagang mulai dari berjualan pulsa sampai berjualan ATK fotocopi. Saya mulai semuanya dari Nol, hanya modal kepercayaan, itu sampai hari ini saya pegang.

Saya mulai usaha toko dengan tidak ada modal, waktu itu kalau saya minta ke orang tua bisa, tapi saya tidak mau. Saya malu. Jadi cara saya, ada tante saya punya toko ATK terbesar di Kendari, jadi saya cuma modal kepercayaan. Sebelum buka toko saya sudah menghubungi sekolah-sekolah di Bungku Utara menawarkan untuk penggandaan soal, setelah itu saya minta sepupu untuk saya utang mesin fotocopi 1, dan barang-barang yang lain. Dan saya janji angsur setiap minggu, sesuai janjiku. Saya kerja sendiri waktu itu, saya mulai mengetik soal-soal dari sekolah. Semua soal-soal saya ambil dan saya ketik, saya jaga kepercayaan jangan sampai soal itu bocor, itu yang saya pegang kepercayaan yang sekolah kasih. Intinya yang saya mau sampaikan di pembicaraan ini kepercayaan itu jauh lebih penting dari pada segala-galanya. Jangan pernah membedakan orang berdasarkan agama dan lainnya. Uang bisa di cari tapi kepercayaan itu tidak bisa dicari, ” urainya

Di Momentum Hari raya Imlek ini, Anggota DPRD Morut yang tengah menekuni hobinya jogging dan tengah bergabung dengan club jogging di Morut ini berpesan,

“Semoga kita semua diberikan kesehatan, kehidupan kita, bahkan Negara kita menjadi lebih baik. Kita dapat lepas dari wabah dan berbagai persoalan Bangsa. Terlebih khusus kita dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain, khususnya kita membangun daerah yang kita cintai kabupaten Morowali Utara. Kalau kita punya jabatan, kita pakai agar bermanfaat bagi orang lain, Selamat Hari Raya Imlek, “tutup Helen.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *