Bupati Delis kunjungi Ululaa dengan sepeda motor, tahun depan jalan darat Togo-Ululaa mulai dibangun

BERITA524 Dilihat

Ululaa, MCDD – Untuk pertama kalinya Bupati Morowali Utara Delis J. Hehi dan Ketua Tim Penggerak PKK Febriyanthi Hongkiriwang, mengunjungi Desa Ululaa, Kecamatan Petasia Barat, melewati jalur darat menggunakan sepeda motor pada Selasa (26/10).

Bupati Delis mengendarai sendiri sepeda motor bebek warna merah dengan membonceng istrinya Feby Dj Hehi, diiringi puluhan sepeda motor lainnya yang dikendarai para pejabat terkait seperti Kepala Dinas PU Destuber Matoori dan Camat Petasia Barat Man Lauo.

Perjalanan dengan sepeda motor itu dimulai dari Desa Togo sekitar pukul 10.00 Wita. Waktu tempuh hanya sekitar 45 menit menempuh jarak sekitar tujuh kilometer melewati areal persawahan dan.perkebunan yang umumnya tanah datar.

“Kalau musim hujan, jalan ini tidak bisa dilewati karena berlumpur bahkan tergenang air,” kata Man Lauo, Camat Petasia Barat.

Saat memberikan sambutan pada acara peresmian TK-PAUD Ibunda Desa Ululaa, Bupati Delis yang didampingi Bunda PAUD Morut Febriyanthi mengemukakan bahwa jalan darat Togo-Ululaa akan mulai ditangani tahun anggaran 2023.

“Saya sudah perintahkan Kadis PU supaya hitung bae-bae anggarannya karena mulai tahun depan, jalan ini akan kita tangani. Yang paling utama dulu adalah menangani jembatan-jembatan,” ujar Delis.

Sementara itu terkait pembangunan masjid Ululaa, Bupati Delis sebelum meletakkan batu pertama pembangunan masjid ini, menyatakan akan membantu 200 zak semen untuk masjid tersebut.

Kadis PUPR Morut Destuber Matoori menjelaskan ada dua prioritas alokasi anggaran penanganan jalur ini pada 2023 yakni badan jalan Korongkama-Ululaa dan pembangunan jembatan/box culvert pada ruas Togo-Ululaa.

Kades Ululaa Suardin Tedengki menyambut gembira atas perhatian Pemkab Morut dalam membuka isolasi desa Ululaa sehingga ke depan, transportasi dari dan ke desa itu tidak bergantung lagi pada perahu bermesin.

“Selain waktu tempuhnya cukup lama, bisa capai dua jam dari desa Tiu, ibu kota kecamatan, kapasitas angkut perahu bermesin juga sangat terbatas, sedangkan dengan jalan darat, waktu tempuh hanya sekitar 1 jam,” ujar Kades Suardin. (RoMa/Ryo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *