Morowali Utara,β Praktik dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses pencairan dana desa mencuat di Kabupaten Morowali Utara (Morut). Seorang bendahara desa secara terbuka mengungkap adanya permintaan sejumlah uang oleh oknum pegawai di Dinas PMD dan Dinas Keuangan Morowali Utara, setiap kali pencairan anggaran dilakukan.
Menurut pengakuan bendahara yang enggan disebutkan namanya, oknum yang bertugas menangani urusan anggaran desa, kerap meminta βjatahβ dengan alasan untuk memperlancar proses pencairan dana.
“Setiap kali pencairan, selalu minta uang kepada bendahara atau kepala desa. Kami sudah bosan dimintai terus, dan bingung harus membuat pertanggungjawaban seperti apa, karena tidak ada pos anggaran untuk itu. Alasan mereka supaya bantu melancarkan urusan,” ujarnya kepada media ini, Rabu (23/7).
Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah dana yang diminta tidak tetap, tergantung ketentuan dari oknum tersebut. Permintaan ini disebut terjadi secara berulang dan dirasakan oleh sebagian besar bendahara desa lainnya.
Media ini berhasil mendapatkan nomor kontak oknum yang disebutkan, dan kami konfirmasi soal hal tersebut. Oknum tersebut mengaku hal tersebut ucapan terima kasih dari bendahara.
“Pak, kalo desa Kase ucapan terimakasih, ada, tapi kalo sy di blg minta-minta uang..minta maaf pak,”tulis oknum tersebut lewat pesan WhatsApp
Menurut sumber media ini, praktek pungli seperti ini dilakukan kepada sebagian besar bendahara desa, dan setiap pencairan harus setor.












