Ahlis: Sandaran Saya Tuhan

BERITA1104 Dilihat

MORUT- Ditengah gelombang waktu dan arus penghakiman, nama Ahlis, Kepala Desa Tamainusi yang diberhentikan sementara, tetap terpatri sebagai sosok yang tak gentar berdiri. Meski sempat diberhentikan dari jabatannya, tak sekalipun ia tunduk pada keputusasaan. Justru dari tekanan itulah, muncul keteguhan yang menandai siapa dirinya: seorang pemimpin dengan jiwa besar dan keyakinan mendalam pada keadilan yang tak tergoyahkan.

Kasus hukum yang panjang dan melelahkan menjadi ladang ujian. Namun satu per satu tudingan sirna, seperti kabut yang tak tahan lama di bawah sinar kebenaran. Ia tidak menolak kenyataan, namun memilih berdiri tegak dalam diam, yakin bahwa waktu akan menyingkap apa yang tersembunyi.

“Sandaran saya Tuhan, sambil berusaha pak, kita harus optimis,” ucapnya lirih namun penuh makna, dalam sebuah percakapan dengan media ini.

Kata-katanya bukan sekedar penghiburan, tapi pantulan dari keberanian batin. Ahlis tidak menjadikan kekuasaan sebagai tameng, melainkan amanah yang harus dijaga. Ia dikenal sebagai pribadi yang keras pada prinsip berani berbeda, bahkan saat harus berseberangan dengan pihak-pihak yang membawa kepentingan ekonomi ke tanah desanya.

Tak hanya sekali ia menolak langkah yang hanya membawa keuntungan sepihak. Ia memilih berdiri bersama masyarakat, bukan sebagai penguasa, tetapi sebagai penjaga nilai.

Di tanah Tamainusi yang menjanjikan dan penuh harap, sosok Ahlis tetap hidup dalam ingatan. Bukan karena ia sempurna, tapi karena ia tak menyerah untuk menjadi benar, bahkan saat benar terasa sunyi.

Kini, dalam keteduhan setelah badai, publik mulai menoleh kembali. Ada satu pertanyaan yang diam-diam tumbuh: bukankah sudah saatnya Ahlis kembali ke tempat ia semestinya?

Tamainusi, dengan segala cita dan luka, menunggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *