Keluarga Besar Mamala Telah Menghibahkan Lahan Seluas 20 Hektare Untuk Mendukung Pembangunan Pesantren Dan Rumah Sakit

BERITA82 Dilihat

Morowali Utara — Pelaksanaan Haul Guru Tua ke-58 di Kabupaten Morowali Utara berlangsung khidmat dan sukses, Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya digelar di daerah tersebut dan dihadiri sekitar 7.000 jamaah dari berbagai wilayah.

Ketua DPRD Morowali Utara, Hj. Warda Dg Mamala, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang membludak, bahkan melampaui ekspektasi panitia.
“Kami sangat bersyukur. Ini pertama kalinya Morowali Utara menggelar haul Guru Tua dan dihadiri kurang lebih 7.000 jamaah. Ini di luar ekspektasi kami dan menjadi sejarah yang sangat berkesan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Mamala yang telah menginisiasi kegiatan tersebut, serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.
Menurutnya, kehadiran ribuan jamaah, baik dari dalam maupun luar daerah, memberikan dampak positif, terutama sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi siraman rohani bagi masyarakat. Harapan kami, ke depan bisa terus dilaksanakan dengan dukungan pemerintah daerah,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Alkhairaat menyambut baik pelaksanaan haul yang dinilai lahir dari inisiatif masyarakat. Hal ini menunjukkan kuatnya kecintaan masyarakat terhadap Guru Tua.

Ketua Utama Alkhairaat menegaskan bahwa momentum ini menjadi awal untuk membesarkan Alkhairaat di Morowali Utara.

“Mulai hari ini, kita niatkan Alkhairaat akan lebih besar di Morowali Utara. Insya Allah haul-haul berikutnya akan terus dilaksanakan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan pesantren dan rumah sakit Alkhairaat di Morowali Utara. Keluarga besar Mamala telah menghibahkan lahan seluas 20 hektare untuk mendukung pembangunan tersebut.

“Alhamdulillah, lahan sudah dihibahkan oleh Haji Ahmad Dg Mamala bersama keluarga besar. Ini akan kita manfaatkan untuk pembangunan pesantren dan rumah sakit,” jelasnya.

Pembangunan tahap awal akan difokuskan pada penyediaan fasilitas dasar, termasuk persiapan tenaga pengajar dan sistem pendidikan. Sumber pembiayaan direncanakan berasal dari usaha perkebunan dan peternakan yang tengah dikembangkan.

Di sisi lain, Ketua Wilayah Alkhairaat Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa pelaksanaan haul berjalan aman, tertib, dan kondusif berkat kerja sama semua pihak.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini melalui proses perencanaan yang matang, termasuk berbagai pertemuan dan rapat. Salah satu pertimbangan utama digelarnya haul adalah untuk mewadahi kader dan simpatisan Alkhairaat di Morowali Utara.

“Selama ini banyak kader Alkhairaat di Morowali Utara, tetapi belum memiliki wadah. Namun kecintaan mereka terhadap Guru Tua sangat luar biasa, terlihat dari ribuan jamaah yang hadir,” ujarnya.

Menurutnya, haul ini menjadi momentum penting untuk meneladani perjuangan Guru Tua, khususnya dalam bidang pendidikan, serta membangun generasi muda yang berakhlak dan berilmu.

“Ini menjadi panutan bagi kita semua untuk melanjutkan perjuangan Guru Tua, terutama dalam mendidik generasi penerus,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *