PKM Lee Disegel Kontraktor, Bukti “Mandul”nya Pengawasan legislator

BERITA536 Dilihat

MOROWALI UTARA- Ramainya pelaksanaan peresmian Puskesmas (PKM) Lee pada tanggal 16 Februari 2021 di hadiri oleh Bupati Morowali Utara (Morut) saat itu yang di jabat Moh. Asrar Abd Samad, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Mori Atas serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat. Sayangnya bangunan rawat inap Puskesmas Lee tersebut belum lunas dibayar oleh Pemda kepada CV. Cello Karya Pratama.

Rabu 2 Februari 2022, Direktur CV. Cello Karya Pratama, Nirwan yang beralamat di desa Saemba menyegel dan menutup pelayanan Puskesmas Lee, karna pemda belum menyelesaikan pembayaran yang bernilai 1,4 Milyar.

“Iya begitu, 1,4 sekian-sekian Miliar, katanya sementara di atur, ” ujar Nirwan saat di konfirmasi media ini via sambungan telpon (2/2).

Sikap rekanan yang berani menyegel Puskesmas Lee ini memantik tanda tanya besar. Ada apa dengan proyek Puskesmas yang bangunannya sangat megah ini…?

Dari penelusuran kami, dalam pengumuman Lpse.morowaliutarakab.go.id mengenai informasi tender. Tertera Nama tender Pembangunan Baru Puskesmas Rawat Inap PKM Lee. Nama Pemenang CV. Cello Karya Pratama dengan nilai pagi Rp. 5.200.000.000 tahun anggaran 2019.

Dalam proses pembangunannya pun, Bupati Morut Moh. Asrar Abd Samad yang menjabat saat itu, hingga Bupati Delis Julkarson Hehi yang saat ini tengah menjabat, serta sejumlah anggota DPRD Morowali Utara memantau langsung kondisi bangunan Puskesmas dan berharap segera di fungsikan.

Anehnya pula setelah hampir setahun di resmikan, rekanan CV. Cello Karya Pratama, baru meluapkan kekesalannya dengan menyegel bangunan Puskesmas tersebut, sehingga pelayanan kesehatan pun mandek. Bahkan warga menyampaikan keluhannya kepada kepala desa Lee Almida Batulapa

β€œTadi ada warga datang karena mau minta rujukan sementara Puskesmas tutup. Jadi saya telpon kontraktor nya dengan harapan mau buat pertemuan di desa agar pelayanan publik bisa tetap berjalan, ” ujar Kades Lee saat dikonfirmasi media ini via sambungan telpon Rabu Malam (2/2)

Lalu bagaimana sebenarnya pengawasan yang dilakukan oleh DPRD Morut,. Khususnya komisi II yang membidangi persoalan kesehatan. Apa yang terjadi dengan anggaran yang hampir 6 Miliar..? Sampai Berita ini tayang, Redaksi juga tengah berusaha meminta tanggapan ketua komisi II DPRD Morut Jeffisa Putra. A.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *