Gelombang Kedua Pelatihan di Batam, Sekitar 32 Kades di Morut Urus Paspor Singapura.

BERITA517 Dilihat

MOROWALI UTARA- Kades di 3 kecamatan, dijadwalkan mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas di Batam Kepulauan Riau dalam waktu dekat. Keberangkatan rombongan kades ini adalah gelombang kedua, berdasarkan jadwal kegiatan program Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

3 kecamatan yang masuk gelombang kedua ini terdiri dari: Kecamatan Petasia Barat 10 desa, kecamatan Mori Atas 14 desa, kecamatan Mori Utara 8 desa. Total ada 32 kepala desa yang di jadwalkan berangkat gelombang kedua.

Dari informasi yang di himpun media ini, Bukan hanya ke Batam, tetapi para kades juga akan lanjut ke Singapura. Mengingat antara kota Batam dan Singapura bisa ditempuh hanya beberapa jam saja, tentu sayang bila dilewatkan.

Para Kades mulai sibuk mengurusi paspor, sebagai syarat untuk bisa ke Singapura. Salah satu kades mengatakan paspor ini harus di persiapkan, mengingat mereka telah menerima kabar akan ke Singapura. Sementara soal anggaran ke Batam di ambil dari Alokasi Dana Desa yang bisa di masukan dalam perubahan.

“Kalau besaran dana kami menyesuaikan soalnya nanti kami masukan di perubahan. Untuk paspor harus ada karna infonya mau ke Singapura pak,” Ujar salah satu Kades calon peserta (8/5)

Kades lain yang masuk dalam kuota gelombang kedua mengatakan jumlah ADD yang digunakan sekitar 10 juta per kades.

“Sekitar 10 juta gunakan ADD, biaya transport dan lumsum,” tulis sumber kami

Kepala Dinas PMD kabupaten Morowali Utara, Drs. Andi Parenrengi yang dikonfirmasi via pesan whatsapp mengatakan, keberanhkatan setelah selesai lomba desa.

“Rencana setelah pelaks. Lomba desa.tkt.kabupaten,” tulis Kadis PMD Morut

Sementara belum ada waktu yang pasti, soal keberangkatan Kades gelombang kedua.

“Belum, akan ditetapkan kemudian,” tulis Kadis PMD Morut.

Kegiatan lomba desa di Petasia Barat telah di mulai hari ini senin 8 Mei 2023. Waktu yang singkat membuat para kades mulai mengurus paspor ke Singapura. Ketika dikonfirmasi apakah peserta wajib membuat paspor, Kadis PMD Morut mengatakan tergantung kades yang mau mengikuti.

“Bagi kades yg mau mengikuti,” tulis Kadis PMD Morut.

Program Dinas PMD Morut bertajuk peningkatan kapasitas di Batam, plus jalan-jalan ke Singapura ini diharapkan bisa memberikan manfaat yang positif. Mengingat kegiatan ini menggunakan anggaran daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *