Wakil Bupati Morut Resmikan Perbaikan Jalan Nasional, Wujud Kontribusi Nyata Dunia Industri bagi Masyarakat.

BERITA20 Dilihat

Bungintimbe, Morowali Utara – Selasa, 8 September 2026 menjadi momen penting bagi warga Desa Bungintimbe. Ruas Jalan Nasional sepanjang 948 meter yang sebelumnya mengalami kerusakan dan cukup lama dikeluhkan masyarakat, kini telah mendapatkan perbaikan.

Jalan yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara itu akhirnya selesai diperbaiki. Proyek ini bukan sekadar tambal sulam, melainkan rekonstruksi menyeluruh dengan kualitas yang dirancang untuk bertahan lama.

Bagi warga yang setiap hari bergelut dengan debu saat kemarau dan lumpur saat hujan, perbaikan jalan ini bukan sekadar kabar yang telah lama dinanti. Perbaikan tersebut menjadi aksi nyata dalam menjawab keluhan masyarakat dan menghadirkan akses yang lebih baik. Kini, warga dapat melintas dengan lebih nyaman dan aman, tanpa lagi harus menghadapi guncangan akibat kondisi jalan yang sebelumnya rusak.

Perbaikan ruas jalan ini merupakan realisasi program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) senilai Rp 7,15 miliar yang dikoordinasikan oleh Kawasan Industri PT Stardust Estate Investment (SEI) bersama PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) dan perusahaan tenant lainnya di Kawasan. Peresmian dan serah terima pekerjaan dilaksanakan langsung di lokasi, dihadiri oleh Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira K. yang mewakili Bupati, Direktur PT SEI Chen Jie, Perwakilan Humas PT GNI Sun Gang, serta perwakilan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Sun Gang menjelaskan bahwa perbaikan Jalan Nasional Tompira–Keuno ini merupakan wujud kontribusi perusahaan kepada masyarakat setempat yang selama ini memang mengeluhkan kondisi jalan yang rusak. Jalan tersebut kini memiliki lebar enam meter dengan ketebalan beton 25 sentimeter, mengikuti spesifikasi teknis yang ditetapkan BPJN Sulawesi Tengah.

Proses perencanaan telah dimulai sejak April 2025 oleh BPJN Sulawesi Tengah, sementara pelaksanaan fisik oleh perusahaan berlangsung dari Februari hingga Juni 2026. Bukan pekerjaan mudah. Ruas jalan yang sempit dan berstatus sebagai jalur nasional vital membuat pengerjaan harus dilakukan dengan kehati-hatian tinggi. Namun, berkat koordinasi yang solid antara perusahaan, pemerintah, BPJN, dan pihak terkait, seluruh tahapan dapat diselesaikan dengan baik.

Perbaikan ruas jalan ini bukan merupakan bentuk kepedulian yang pertama kali. Pada November 2023, dilakukan pengecoran beton sepanjang 128 meter, kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan sepanjang 563 meter pada Agustus 2024. Pada Maret 2025, dukungan kembali diberikan melalui penyediaan alat berat untuk membantu penanganan kondisi jalan, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan secara konsisten turut berpartisipasi dalam memperbaiki kondisi akses jalan yang menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat.

Kini, melalui perbaikan ruas sepanjang 948 meter, kontribusi tersebut kembali diwujudkan dalam skala yang lebih besar. Rangkaian upaya ini menunjukkan bahwa keberadaan industri di tengah masyarakat tidak hanya diukur dari aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga dari kesediaan untuk mengambil bagian dalam menghadirkan akses, lingkungan, dan kualitas kehidupan masyarakat yang lebih baik.

“Dengan selesainya jalan ini, diharapkan masyarakat Desa Bungintimbe dan para pengguna jalan dapat merasakan manfaat yang sebesar-besarnya,” ujar Sun Gang menutup keterangannya.

Pagi itu, deru kendaraan yang melintas di atas beton baru terdengar seperti musik pembuka bagi babak baru Desa Bungintimbe. Jalan yang dulu menjadi hambatan, kini menjadi penghubung harapan antara desa dan kota, dan antara dua provinsi.