Kolonodale, Morowali Utara – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, semarak kemerdekaan mulai terasa di berbagai penjuru daerah. Di Morowali Utara, masyarakat terlihat antusias menyambut momentum bersejarah ini dengan berbagai cara, mulai dari pemasangan bendera, pengecatan pagar kantor dan rumah dengan warna merah putih, hingga menghias lingkungan dengan ornamen bernuansa nasionalisme.
Namun, di tengah semangat perayaan yang bergelora itu, suasana berbeda tampak di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Morowali Utara. Bangunan yang seharusnya menjadi simbol kewibawaan kepala daerah dan etalase kehormatan pemerintah kabupaten itu, justru terlihat kusam dengan cat yang pudar dan kurang terurus.
Cat dinding yang didominasi warna putih terlihat memudar, tanpa sentuhan baru atau ornamen peringatan kemerdekaan seperti umumnya pada rumah-rumah jabatan kepala daerah lainnya. Kondisi ini memantik komentar dari sejumlah warga yang merasa bahwa rujab seharusnya menjadi representasi utama dari semangat kebangsaan dan kebersihan visual daerah.
“Rumah jabatan itu bukan sekadar tempat tinggal bupati, tapi juga cerminan wajah pemerintah. Apalagi sekarang mau masuk HUT RI ke-80, masa tidak ada pembaruan? Minimal dicat putih terang lagi supaya kelihatan segar,” ungkap Adi, warga Kolonodale, Sabtu (2/8).
Menurutnya, jika masyarakat saja dengan sukarela menghias rumah dan lingkungan sekitar demi menyambut Hari Kemerdekaan, seharusnya pemerintah daerah bisa memberi contoh yang lebih baik—terutama lewat perawatan simbol-simbol negara, termasuk rumah jabatan.
Sikap pemerintah daerah terhadap kondisi Rujab tersebut juga menimbulkan tanda tanya, mengingat peringatan HUT RI merupakan momen penting dalam kalender nasional. Ketidaksiapan visual seperti ini bisa diartikan sebagai kurangnya perhatian terhadap simbol-simbol yang semestinya dijaga.
Sejumlah pemerhati publik menyebut bahwa aspek estetika dalam fasilitas pemerintah bukan semata soal tampilan, tetapi juga bagian dari bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai nasionalisme dan tanggung jawab moral sebagai penyelenggara pemerintahan.
“Hal kecil seperti pengecatan rumah jabatan bisa bermakna besar jika dikaitkan dengan rasa hormat terhadap momentum sejarah bangsa,” ujar salah satu aktivis pemuda Morut.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Morowali Utara terkait kondisi rumah jabatan tersebut. Masyarakat berharap, masih ada waktu untuk pembenahan dan penyesuaian agar suasana HUT RI ke-80 benar-benar terasa merata, tidak hanya di jalanan, kantor, dan desa-desa, tetapi juga di jantung pemerintahan daerah itu sendiri.












